Hiperbilirubinemia
Definisi
Hiperbilirubinemia: Naiknya kadar bilirubinserum melebihi normal.
Hiperbilirubinemia tidak terkonjugasi / indirek: Peningkatan bilirubin serum tidak terkonjugasi di atas normal.
Hiperbilirubinemia terkonjugasi / direk/ kolestasis: Peningkatan kadar bilirubin direk >20% dari total bilirubin serum.
Ensefalopati bilirubin: Deposit bilirubin tidak terkonjugasi/indirek pada basal ganglia otak yang menimbulkan gangguan pada sistem susunan syaraf pusat.
Anamnesis
Hiperbilirubinemia tidak terkonjugasi
- Onset timbulnya ikterus
- Ibu dengan golongan darah O, dengan suami golongan darah non-O dan perbedaan Rhesus.
- Kakak yang mengalami ikterus atau anemia
- Ibu yang mengkonsumsi obat-obatan(sulfonamides, aspirin, antimalaria)
- Riwayat perinatal: persalinan traumatis,trauma lahir, tertundanya penjepitan talipusat, asfiksia Hiperbilirubinemia terkonjugasi
- Warna kulit tampak kuning kehijauan
- BAB dempul / pucat
- Urin berwarna seperti teh
- Warna kulit tampak kuning oranye
- Pada bayi kurang bulan, onset terjadinya lebih cepat dan durasinya lebih lama
- Pada kejadian sefal hematom atau memar bisa terjadi hiperbilirubinemia
- Pada anemia hemolitik tampak kuning disertai pucat dan pletora.
- Hiperbilirubinemia tidak terkonjugasi yang berlanjut akan terjadi bilirubin ensefalopati dengan gejala :
- Warna kulit kuning kehijauan
- Muntah
- Distensi abdomen dengan hepatomegali
- Mungkin disertai dengan tanda sepsis
- Kecenderungan mengalami perdarahan
- Dapat disertai mikrosefali maupunkorioretinitiskesadaran/iritabel, demam, dan tangisan melengking.
- Bilirubin total serum dan bilirubin direk (ICD9 CM: 91.0)
- Golongan darah dan Rhesus dari bayi dan ibu (ICD 9 CM: 90.5)
- Pemeriksaan Coomb’s (ICD 9 CM: 90.5)
- Pemeriksaan hitung darah lengkap (Hemoglobin, Hematokrit, morfologi sel darahmerah) (ICD 9 CM: 90.5)
- Hitung retikulosit (ICD 9 CM: 90.5)
- Jika ada hemolisis dan tidak ada ketidaksesuaian Rhesus atau ABO, mungkin diperlukan pemeriksaan hemoglobinelektroforesis, penapisan G6PD atau pengujian kerentanan osmotik untuk mendiagnosis defek sel darah merah (ICD 9 CM: 90.5)
- Sepsis berlanjut (ICD 9 CM: 90.5)
- Pemeriksaan fungsi hati (ICD 9 CM: 91.0)
- Penapisan TORCH (ICD 9 CM: 90.5)
- USG abdomen (ICD 9 CM: 88.76)
- Breast feeding jaundice: Ikterus yang disebabkan oleh kekurangan asupan ASI biasanya muncul pada hari ke 2 sampai 3 pada waktu produksi ASI belum banyak.
- Breastmilk jaundice: Pada hari ke-14, kadar bilirubin terus meningkat dan bukannya menurun. Kadar bilirubin bisa mencapai 20-30 mg/dl dan mulai menurun pada usia empat minggu dan kemudian secara bertahap kembali ke normal.
- Ikterus mulai sebelum berusia 24 jam
- Peningkatan kadar bilirubin serum > 0,5mg/dl/jam
- Total bilirubin serum sesuai dengan grafik dibawah untuk dilakukan terapi sinar
- Obstruksi ekstrahepatik biliaris
- Atresia biliaris
- Kista koledokal
- Kompresi eksternal, misalnya node lymph
- Kolestasis intrahepatik dengan kurangnyaduktus biliaris, misalnya sindrom Alagille
- Kolestasis intrahepatik dengan duktus biliaris normal
- Infeksi (misalnya TORCH atau neonatal hepatitis)
- Kesalahan metabolisme sejak lahir (inbornerror of metabolism) misalnya galaktosemia
- Sindrom Dubin-Johnson, sindrom Rotor’s
- Kolestasis yang disebabkan penggunaan TPN yang lama
- Terapi sinar berdasarkan grafik di atas
- Asuhan nutrisi yang adekuat
- Mengatasi penyakit lain yang menyertai seperti hipoksia, infeksi, dan asidosis
- Kunci tata laksana hiperbilirubinemia terkonjugasi/direk adalah mengidentifikasi penyebab dasar meningkatnya kadar bilirubin serum.
- Fasilitas yang tidak dilengkapi dengan instrumen atau teknik diagnostik yangdiperlukan harus merujuk neonatus kefasilitas yang tingkatannya lebih tinggi.
- Terapi sinar tidak boleh digunakan pada kasus hiperbilirubinemia terkonjugasi /direk(sindrom bayi tembaga)
- Excellence NIfC. National Collaborating Centre for Women’s and Children’s Health. Caesarean section: clinical guideline. 2003.
- Muchowski K. Evaluation and treatment of neonatal hyperbilirubinemia. Am Fam Physician. 2014;89(11):873-8.
- Maisels M, Bhutani V, Bogen D, Newman T, Stark A, Watchko J. Hyperbilirubinemia in the newborn infant ≥ 35 weeks’ gestation: an update with clarifications. Pediatrics. 2009;124(4):1193-8.
- Hamidi M, Aliakbari F. Comparison of Phototherapy with light-editing diodes (LED) and Conventional Phototherapy (fluorescent lamps) in Reducing Jaundice in Term and Preterm Newborns. Middle East J Fam Med 2018;7(10):123.
- Kaplan M, Merlob P, Regev R. Israel guidelines for the management of neonatal hyperbilirubinemia and prevention of kernicterus. J Perinatol. 2008;28(6):389.
- Maisels M. Managing the jaundiced newborn: a persistent challenge. Canadian Medical Association Journal. 2015;187(5):335-43.