KELAINAN BAWAAN

 

KELAINAN BAWAAN YANG SERING DITEMUI PADA NEONATUS

 

A.  DEFINISI

-    Kelainan bawaan: kesalahan pembentukan pada struktur, posisi atau fungsi suatu organ/sistem.

-    Celah bibir dan celah langit-langit: terdapatnya celah pada bibir atas dan dapat disertai juga celah pada langit-langit sehingga terdapat hubungan langsung antara rongga hidung dan rongga mulut akibat adanya kegagalan organogenesis pada perkembangan embriologi.

-    Atresia koana: kelainan kongenital berupa tertutupnya satu atau dua lubang hidung posterior oleh septum tulang (90%) dan membran jaringan lunak (10%).

-    Fistula trakeoesofagus (TEF): adanya hubungan antara trakea dan esofaugs dan seringkali terkait dengan kelainan lain yang membentuk sindrom VATER (Vertebral defect, Anal atresia, Tracheoesophageal fistula with Esophageal atresia, Radial/Renal anomaly)

-    Hernia diafragmatika: herniasi isi perut ke dalam rongga toraks melalui defek pada diafragma.

-    Omfalokel: suatu defek yang menyebabkan usus atau visera lain menonjol keluar melalui umbilicus (masih terbungkus selaput)

-    Gatroskisis: herniasi usus besar dan usus kecil melalui defek dinding abdomen.

-    Anus imperforata: kelainan kongenital tidakadanya anus, sering disebut juga atresia ani.

-    Hipospadia: kelainan urologis yang paling sering ditemui, dapat bersifat glandular, koronal, anterior, mid/post penis atau perineal.

-    Meningomielokel: dilatasi kistik dari meningen yang terkait dengan spina bifida, dengan atau tanpa defek kulit di atasnya atau abnormalitas akar saraf.

-    Spina bifida okulta: celah pada tulang belakang akibat gagal terbentuk secara utuh, tetapi korda spinalis dan meningens tidak menonjol.

-    Dislokasi panggul bawaan: adanya dislokasi pada tulang panggung akibat pertumbuhan abnormal.

-    Trisomi 13 (Sindrom Patau): kelainan kongenital yang ditandai dengan kelebihan kromosom 13.

-    Trisomi 18 (Sindrom Edward): kelainan kongenital yang ditandai dengan kelebihan kromosom 18.

-    Trisomi 21 (Syndrom Down) : kelainan kongenital yang ditandai dengan kelebihan kromosom 21 yang sering ditandai adanya kelainan jantung dan saluran cerna.

-    Sindrom hipotiroid kongenital TORCH

 

B.  ANAMNESIS

-    Penyebab: Identifikasi faktor risiko kelainan genetik hingga gangguan teratogenik terhadap fetus yang tengah berkembang.

 

C. PEMERIKSAAN FISIS

-    Celah bibir dan celah langit-langit: Kesulitan pemberian asupan serta infeksi paru dan telinga berulang.

-    Atresia koana: Tidak dapat lewatnya kateter ke nasofaring melalui kedua sisi hidung sehingga dapat terjadi gawat napas akibat penyumbatan saluran napas bagian atas.

-    Fistula trakeoesofagus:

·  Bayi yang terkena akan mengeluarkan banyak lendir (hipersalivasi) dan batuk serta tersedak pada saat diberi minum.

·  Curigai TEF pada kasus dengan polihidramnion

·  Diagnosis dini sebelum terjadinya pneumonia aspirasi menjadi penting, karena pneumonia aspirasi akan memperburuk prognosis.

·  Diagnosis dipastikan secara cepat dengan gagalnya selang nasogastrik melewati esofagus proksimal

-    Hernia diafragmatika:

·  Sering ditemui bersamaan dengan hidramnion.

·  Pada saat lahir dapat terjadi sianosis, gawat napas dan terlihat abdomen skafoid.

·  Suara napas pada sisi yang terkena dapat menurun atau tidak terdengar

·  Dapat terjadi masalah pemberian asupan dan gawat napas ringan

-    Omfalokel: Tampak herniasi usus dan pada sejumlah kasus, hati, di dalam tali pusat.

-    Gastroskisis: Tampak herniasi usus besar dan usus kecil  melalui defek dinding abdomen.

-    Anus imperforata: Pada fistula rendah dapat menyebabkan keluarnya mekonium melalui vagina atau skrotum, sedangkan fistula rektovesikal tinggi ditandai dengan terdapatnya mekonium dalam urine

-    Hipospadia: Penis melengkung (korda), defisiensi prepusium ventral, lubang meatus abnormal, dapat juga disertai testis yang tidak turun (undescended testis) dan hernia.

-    Meningomielokel:

·  Berbagai derajat defisit motorik dan sensoris terdapat di bawah ketinggian lesi.

·  Kelainan lain anus yang tetap terbuka (patulous), paralisis kedua ekstremitas bawah dan kelainan bentuk kaki.

·  Hidrosefalus

-    Spina bifida okulta: Tidak terlihat kulit yang terbuka, tetapi rambut yang tidak pada tempatnya, lipoma atau lesung dapat berada di atas defek medula spinalis.

-    Dislokasi panggul bawaan:

·  Tes Barlow untuk mendorong tulang paha keluar dari mangkuk acetabulum

·  Tes Ortolani untuk mengembalikan sendi yang sudah mengalami dislokasi

-    Trisomi 13 (Sindrom Patau):

§ Backward sloping forehead

§ Defek kulit kepala

§ Bentuk dan letak telinga abnormal (low set ears)

§ Rahang bawah kecil (micrognatia)

§ Celah bibir dan/atau langit-langit

§ Rocker bottom feet

§ Polidaktili

-    Trisomi 18 (Sindrom Edward):

§ Oksiput prominen

§ Bentuk dan letak telinga abnormal (low set ears)

§ Kelainan jantung bawaan

§ Tangan menggenggam (clenched hand)

§ Rocker bottom feet

-       Trisomi 21 (Sindrom Down)

·  Mongoloid face

·  Epicantus melebar

·  Low set ear

·  Simian crease

·  Makroglossi

·  Hipotoni

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG

-    Fistula trakeoesofagus: Foto rontgen akan memastikan posisi orogastric tube yang melingkar di esofagus proksimal dan terlihat udara dalam lambung. (ICD 9 CM: 87.6)

-    Hernia diafragmatika:

·  Diagnosis pranatal dengan USG (ICD 9 CM: 88.76)

·  Rontgen dada akan memperlihatkan gambaran usus dalam rongga dada (ICD 9 CM: 87.44)

-    Anus imperforata:

·  Rontgen dalam posisi knee chest (ICD 9 CM: 87.44)

·  USG dapat mendeteksi ketinggian rektum distal (ICD 9 CM: 88.76)

-    Meningomielokel:

·  Rontgen (ICD 9 CM: 87.2)

·  CT Scan (ICD 9 CM: 87.03)

·  USG (ICD 9 CM: 88.71)

-    Dislokasi panggul bawaan: Rontgen (ICD 9 CM: 87.2)

-    Trisomi 13 (Sindrom Patau): Pemeriksaan kromosom (ICD 9 CM : V82.79)

-    Trisomi 18 (Sindrom Edward): Pemeriksaan kromosom (ICD 9 CM : V82.79)

-    Trisomi 21 (Sindrom Down):

·  Pemeriksaan kromosom (ICD 9 CM : V82.79)

·  Ekokardiografi (ICD 9 CM: 88.72)

·  Rontgen (ICD 9 CM: 87.44)

 

E.  KRITERIA DIAGNOSIS

-    Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang

   

F.  DIAGNOSIS KERJA

- Cleft palate and cleft lip (ICD 10: Q35- Q37)

- Choanal atresia (ICD 10: Q30.0)

- Atresia of oesophagus without fistula (ICD 10: Q39.0)

- Atresia of oesophagus with tracheo- oesophageal fistula (ICD 10: Q39.1)

- Congenital diaphragmatic hernia (ICD 10: Q79.0)

- Exomphalos (ICD 10: Q79.2)

- Gastroschisis (ICD 10: Q79.3)

- Congenital absence, atresia and stenosis of anus without fistula (ICD 10: Q42.3)

- Hypospadias (ICD 10: Q54)

- Spina bifida (ICD 10: Q05)

- Congenital deformities of hip (ICD 10: Q65)

 

G. DIAGNOSIS BANDING

- Other congenital anomalies (Q00-Q99)

 

H.  TERAPI

- Celah bibir dan celah langit-langit:

·  Penutupan celah dengan pembedahan sebelum fonasi

·  Celah bibir pada usia 1-3 bulan

·  Celah langit-langit pada usia 6-12 bulan

·  Dot panjang

·  Hindari aspirasi

- Atresia koana:

·  Jika bilateral, segera diperlukan jalan napas melalui oral

·  Koreksi melalui pembedahan sesegera mungkin

- Fistula trakeoesofagus:

· Rujuk ke tempat yang mempunyai  fasilitas bedah anak

· Posisikan pada posisi tegak 30o

· Isap faring posterior dan saluran napas atas

· Berikan oksigen

- Hernia diafragmatika:

·  Ventilasi dengan menggunakan balon dan sungkup (kantung dan masker) merupakan kontraindikasi karena akan menyebabkan lebih banyak udara masuk sehingga akan menkompresi paru

·  Pembedahan

- Omfalokel: Harus dilakukan pembedahan sesegera mungkin untuk menghindari terjadinya peritonitis

- Gastroskisis: Pembedahan

- Anus imperforata: Kolostomi sementara pada neonatus dengan anus imperforata letak tinggi dengan atau tanpa fistula

- Hipospadia: Pembedahan usia 2 tahun

- Meningomielokel: Pembedahan

- Spina bifida okulta: Pembedahan

- Dislokasi panggul bawaan: Penempatan sebuah brace yang dipasang di atas popok.

 

I.   EDUKASI

-  Hindari faktor risiko terjadinya kelainan bawaan

-  Kenali tanda dan gejala awal adanya kelainan bawaan pada bayi

 

J.   PROGNOSIS

- Ad vitam       : Dubia Malam

- Ad sanationam : Dubia Malam

- Ad fungsionam : Malam

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *