Pemasangan Vena Umbilikal

 

 

PEMASANGAN AKSES VENA UMBILIKALIS

 

PENDAHULUAN

 

Kateter vena umbilikalis diindikasikan hanya jika kebutuhan akan akses IV mendesak tetapi slang IV perifer tidak dapat dipasang dengan cepat.

 

PERLENGKAPAN DA PERALATAN

• Sarung tangan periksa yang bersih

• Sarung tangan yang didesinfeksi tingkat tinggi atau steril

• Kateter umbilikal yang didesinfeksi tingkat tinggi atau steril atau slang lambung biasa :

- Jika berat badan bayi kurang dari 1,5 kg, gunakan kateter 3,5 F.

- Jika berat badan bayi 1,5 kg atau lebih, gunakan kateter 5 F.

• Set infus steril dengan cairan IV (gunakan alat tetes mikro jika ada)

• Spuit steril 5 atau 10 ml

• Swab atau kapas yang direndam dalam larutan antiseptik

• Duk steril

• Pisau bedah steril

• Benang tali pusat (untuk mengendalikan perdarahan)

• Forsep steril

• Benang steril, pengikat berperekat, atau plester kertas tipis untuk fiksasi kateter

 

 

PROSEDUR

• Kumpulkan perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan

• Ikuti prinsip pencegahan infeksi

• Siapkan larutan yang akan diinfuskan

• Cuci tangan dan pasang sarung tangan periksa yang bersih

• Bersihkan umbilikus dan kulit di sekitarnya dengan gerakan memutar ke arah luar menggunakan swab atau kapas yang direndam dalam larutan antiseptik. Ulangi dua kali, menggunakan swab atau kapas baru setiap kalinya dan biarkan kering

• Lepaskan sarung tangan dan pasang sarung tangan yang didesinfeksi tingkat tinggi atau steril

• Isi kateter umbilikal dengan cairan IV menggunakan spuit tertutup (plunger dalam barrel spuit) yang dihubungkan ke ujung kateter

• Letakkan duk steril di atas tubuh bayi sehingga hanya area umbilikus yang terpajan

• Letakkan tali pengikat atau benang tali pusat di sekitar dasar umbilikus untuk mengendalikan perdarahan, dan dengan menggunakan pisau bedah steril, potong tali pusat sampai sepanjang 1 sampai 2 cm

• Identifikasi dua arteri umbilikalis, yang berdinding tebal dan biasanya berkontraksi, dan satu vena umbilikalis yang biasanya lubangnya lebih lebar dan ditemukan di atas arteri

• Pegang kateter dengan satu tangan (melakukan tarikan lembut pada tali pusat dengan forsep menggunakan tangan lainnya, jika perlu) dan memasukkan kateter ke dalam vena umbilikalis

• Ketika kateter telah masuk, secara periodik berikan isapan lembut dengan spuit sampai darah mengalir kembali. Ketika darah menngalir kembali secara bebas melewati kateter (biasanya kateter dimasukkan 5-7 cm), jangan memasukkan lebih dalam

• Jika ada tahanan ketika memasukkan kateter, jangan lanjutkan. Lepaskan kateter dan coba kembali

• Ikat tali pengikat atau benang tali pusat di sekitar sisa potongan umbilikus untuk mempertahankan kateter di tempatnya dan mencegah perdarahan di sekitar kateter atau salah satu arteri

• Lepaskan spuit dan hubungkan ke set infus dengan memastikan tidak ada gelembung udara dalam set tersebut

• Fiksasi kateter dengan benag atau plester perekat

• Inspeksi infus tiap jam, periksa adanya kemerahan dan pembengkakan di sekitar umbilikus. Jika tampak bengkak dan kemerahan, hentikan infus dan lepas kateter umbilikalis. Periksa volume cairan yang diinfuskan.

 

DAFTAR RUJUKAN

Karyuni PE, Meiliya E [editor]. Buku saku manajemen maslaah bayi baru lahir: panduan untuk dokter, perawat, dan bidan. Jakarta: EGC. 2007

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *