Pemeriksaan Fisik


PEMERIKSAAN FISIK



Penilaian fisik lengkap untuk setiap neonatus harus dilakukan pada awal setiap jadwal tugas jaga (shift). 

Pastikan anda mendokumentasikan hasil penilaian dengan baik. 


Penilaian fisik harus mencakup:  

1. Tanda vital 

2. Ukuran pertumbuhan 

3. Penilaian sistem 

4. ASI: frekuensi, kelekatan, posisi 


Untuk neonatus yang baru masuk ke ruangan, data pasien masuk dan penilaian usia kehamilan juga harus didokumentasi.



PERSIAPAN DIRI


Sebelum memeriksa bayi, cucilah tangan dengan sabun dan air bersih mengalir kemudian keringkan dengan lap bersih dan kering atau dianginkan. Jangan menyentuh bayi jika tangan anda masih basah dan dingin. 

Gunakan sarung tangan jika tangan menyentuh bagian tubuh yang ada darah, menyentuh anus yang terkontaminasi mekonium, tali pusat, atau memasukkan tangan ke dalam mulut bayi. 

Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir setelah pemeriksaan kemudian keringkan 

Jaga suhu bayi tetap hangat selama pemeriksaan. Buka hanya bagian yang akan diperiksa atau diamati dalam waktu singkat untuk mencegah kehilangan panas.



TANDA VITAL

Neonatus yang stabil harus diukur dan dilakukan penilaian sistem sebelum waktu pemberian asupan. Neonatus yang tidak stabil dan neonatus yang terpasang ventilator harus diukur tanda vitalnya dan dinilai sistemnya setiap 1-2 jam.


1. Suhu


Pengukuran suhu rektum dilakukan hanya satu kali pada saat neonatus masuk ruangan untuk menyingkirkan kemungkinan imperforasi anus. Semua pengukuran suhu tubuh selanjutnya harus dilakukan melalui pengukuran suhu aksila.

Suhu neonatus normal adalah 36,5oC – 37,5oC. 

Neonatus yang ditempatkan di tempat tidur dengan penghangat (infant warmer/incubator) harus dipasangi termometer probe kulit dan diobservasi sampai mencapai suhu tubuh yang stabil 

Jika neonatus mengalami hipotermia:

Pastikan tempat tidur penghangat atau inkubator telah dinyalakan dan bekerja dengan baik, suhu inkubator disesuaikan 

Periksa suhu tubuh neonatus sampai diperoleh hasil pengukuran yang normal

Bila tidak tersedia penghangat, dapat dilakukan perawatan metode kanguru

Untuk bayi kecil dengan BB< 1500gram, gunakan plastik

Untuk mencegah hipotermia lebih lanjut, pastikan topi dipakai oleh bayi. 

Untuk melakukan prosedur atau pemeriksaan. Cobalah menggunakan jendela pada inkubator jika memungkinkan, terutama jika suhu tubuh neonatus tidak stabil atau berat badan kurang dari 1,0 Kg.

Periksa sumber hilangnya panas seperti oksigen yang dingin, pengaturan panas yang rendah pada pelembab (humidifier) ventilator atau ruangan yang dingin

Jika neonatus mengalami hipertermia: 

Pastikan tempat tidur penghangat bekerja dengan baik. 

Periksa apakah neonatus sedang menangis atau bergerak dengan kuat atau dibungkus secara berlebihan.

Identifikasi tanda-tanda infeksi.


2. Denyut jantung 


Denyut jantung harus dinilai dengan melakukan auskultasi di dada kiri setinggi apeks kordis dan menghitungnya selama satu menit penuh.

Untuk neonatus yang stabil, denyut jantung harus diukur dengan jadwal penanganan setiap shift.

Untuk neonatus yang tidak stabil, denyut jantung harus diukur setiap jam atau pasang monitor jantung.

Denyut jantung normal pada neonatus adalah 120- 160 kali per menit pada saat istirahat. Kontak kulit dengan kulit membantu menstabilisasi denyut jantung dan membuat neonatus lebih tenang.

Jika neonatus mengalami takikardia (denyut jantung > 160 x/menit): 

Pastikan bahwa neonatus tidak sedang menangis atau bergerak dengan kuat.

Jika neonatus mengalami bradikardia (denyut jantung < 100 x/menit): 

Nilai warna dan pola pernapasan neonates

Pastikan bayi dalam keadaan stabil 


3. Frekuensi napas 


Frekuensi napas normal pada neonatus adalah 40- 60 per menit dan tidak ada tarikan dinding dada kedalam yang kuat ketika bayi sedang tidak menangis.

Frekuensi napas harus diukur melalui observasi selama satu menit penuh.

Untuk neonatus stabil maka harus diukur dengan penanganan terjadwal setiap shift

Jika neonatus tidak stabil, maka napas harus dihitung setiap jam. 


4. Tekanan Darah

Pada saat masuk ruangan, pembacaan tekanan darah harus dilakukan pada keempat ekstremitas dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah.

Untuk neonatus yang stabil, tekanan darah harus diukur pada setiap jadwal tugas jaga (shift) 

Jika neonatus tidak stabil, tekanan darah harus diukur setiap 1-2 jam

Tekanan darah dapat meningkat ketika bayi sedang menangis dan menurun ketika bayi sedang tidur 

Tekanan darah normal bervariasi sesuai dengan usia kehamilan dan usia pasca lahir

Bila tidak ada manset neonatus, dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan Capillary Refill Time (CRT), bila CRT > 3’’ berarti bayi sudah mengalami gangguan sirkulasi yang harus segera ditangani


UKURAN PERTUMBUHAN


Terdapat tiga komponen ukuran pertumbuhan pada neonatus. 

Berat badan harus diukur setiap hari. 

Panjang harus diukur pada saat masuk dan setiap minggu 

Lingkar kepala harus diukur pada saat bayi masuk ruangan dan setiap minggu.



1. Berat Badan 

Berat badan harus diukur setiap hari, pada waktu yang tetap setiap harinya, bersama-sama dengan asuhan rutin dan pembersihan inkubator.

Berat badan harus diplot pada grafik berat badan pada saat bayi masuk ruangan dan setiap hari 

Jika berat badan berbeda secara bermakna dari sehari sebelumnya maka berat badan harus diukur dua kali. Beritahu dokter jika selisih berat badan tersebut ternyata akurat 

Jika neonatus tidak stabil untuk dipindahkan dan ditimbang, sesuai perintah dokter untuk tidak menimbang neonatus. 


2. Panjang Badan 

Panjang bayi dari puncak kepala sampai tumit harus diukur pada saat bayi masuk dan setiap minggu. 

Panjang harus diplot pada grafik panjang bayi setiap minggu. 

Bayi harus berada dalam posisi terlentang ketika kita mengukur panjang. Hindari menganggu neonatus selama pengukuran. 


3. Lingkar Kepala 

Lingkar kepala harus diukur pada saat bayi masuk ruangan dan setiap minggu

Ukurlah kepala bayi dengan menggunakan pita pengukur di sekeliling bagian paling menonjol dari tulang occipital dan tulang frontal.

Lakukan pengukuran setidaknya setiap hari pada neonatus dengan masalah neurologis seperti perdarahan intraventrikuler, hidrosepalus atau asfiksia.



PENILAIAN SISTEM

Setiap temuan yang abnormal atau tidak biasa harus segera dilaporkan pada dokter.

1. Penilaian neurologis 

Suatu penilaian neurologis penuh harus dilakukan setiap hari. Untuk neonatus yang tidak stabil atau neonatus dengan masalah neurologis, penilaian ini harus dilakukan lebih sering seperti yang diperintahkan oleh dokter

Penilaian neurologis harus mencakup parameter pada Tabel parameter penilaian neurologis neonatus.

Tabel 2. Parameter penilaian neurologis neonatus

Parameter Komentar

Aktivitas Diam, bangun, gelisah, tidur

Tingkat Kesadaran Letargi, waspada atau tersedasi

Pergerakan Spontan, terhadap nyeri atau tidak ada

Tonus Hipertonik, hipotonik, normal atau lemah 

Pupil Ukuran: kanan, kiri

Reaksi: lambat, cepat atau tidak ada

Membuka mata Jika terdapat nyeri, jika terdapat suara, tidak ada, atau spontan 

Menangis Diintubasi, lemah, keras atau bernada tinggi

Fontanela Cekung, menonjol atau datar

Sutura Menonjol (bertumpuk) atau terpisah 

Kejang Jika ada, tuliskan gambaran lengkapnya


2. Penilaian pernapasan 

Penilaian harus dilakukan setiap jadwal tugas jaga (shift) atau jika terdapat perubahan dalam kondisi klinis 

Penilaian pernapasan harus mencakup parameter yang terdapat pada Tabel parameter penilaian pernapasan neonatus.

Tabel 3. Parameter penilaian pernapasan neonates

Parameter Komentar

Warna kulit Merah muda, sianotik, pucat, berkabut, kutis marmorata atau jaundice 

Pernapasan Tidak terlihat usaha keras, merintih, hidung kembang kempis atau retraksi

. Suara napas Jauh, dangkal, course, stridor, wheezing, atau menghilang, sama atau tidak sama

Dinding dada Pergerakan simetris atau tidak simetris 

Apnea/ bradikardia Denyut jantung terendah yang diamati, warna, pembacaan oksimeter, dan durasi episode 

Sekresi Jumlah : sedikit, sedang, atau banyak 

Warna: putih, kuning, bening, hijau atau ada noda darah

Konsistensi: kental, encer atau mukoid

ETT Cek Kedalaman ETT (cm)


3. Penilaian kardiovaskular 

Penilaian kardiovaskuler harus dilakukan setiap jadwal tugas jaga (shift) atau jika terdapat perubahan kondisi klinis.

Penilaian kardiovaskuler harus mencakup parameter yang terdapat pada 

Tabel parameter penilaian kardiovaskuler.

Parameter Komentar

Prekordium Diam atau aktif 

Bunyi jantung Samar atau dapat didengar dengan mudah

Ritme/Irama Normal atau gambarkan jika ada aritmia

Murmur Gambarkan jika ada

Pengisian ulang kapiler Berapa detik? 

Denyut tepi, femoral dan brakial Normal, lemah atau tidak ada



4. Penilaian Gastrointestinal 

Penilaian gastrointestinal harus dilakukan setiap hari atau jika terdapat perubahan dalam kondisi klinis dan harus mencakup parameter yang terdapat pada Tabel parameter penilaian gastrointestinal.

Tabel 5. Parameter penilaian gastrointestinal

Parameter Komentar

Bising usus Ada, tidak ada, hiperaktif atau hipoaktif  

Lingkar abdomen catat ukuran dalam cm setiap hari

Emesis (atau residual) Volume dan gambaran

Dinding perut Merah atau tidak berwarna Teregang atau terlihat adanya lingkaran-lingkaran usus 

Palpasi Lunak, tegang, atau kaku


5. Menyusui 

Frekuensi: neonatus harus diberi ASI sesuai permintan dan selama tiga hari pertama, menyusui harus dilakukan setiap dua jam 

Posisi: ibu harus berada dalam posisi yang nyaman. Kepala dan badan neonatus harus berada di satu garis lurus, menghadapi ibu, dan dekat dengan payudara. Sentuh bibir bayi dengan jari atau puting dan biarkan mulut bayi terbuka lebar 

Kelekatan: bibir bawah neonatus harus menekuk ke arah bawah luar dan sebagian besar areola masuk ke mulut bayi. Areola lebih banyak terlihat di atas mulut neonatus dan dagunya harus menyentuh payudara. 


6. Sistem lain 

Penilaian lain harus diperoleh, sesuai dengan kebutuhan. 

Contoh: 

Gambaran luka dan pembalutannya

Gambaran sistem genitourinari 

Gambaran output kolostomi


PENILAIAN USIA KEHAMILAN

Semua bayi yang masuk ke Unit Pelayanan Neonatus harus mempunyai penilaian usia kehamilan yang lengkap. Jika mungkin, hal ini harus dilakukan satu jam setelah kelahiran dan tidak lebih dari 12 jam setelah kelahiran. Tujuan penilaian usia kehamilan adalah untuk: 

Bandingkan bayi menurut nilai standar pertumbuhan neonatus berdasarkan usia kehamilan. Temuan dianggap akurat dengan kisaran ± 2 minggu. 

Verifikasi perkiraan obstetri untuk usia kehamilan dan identifikasi bayi kurang bulan, lebih bulan, besar atau kecil untuk usia kehamilan.

Amati dan rawat terhadap kemungkinan komplikasi. 

Prediksi kemampuan adaptasi bayi berdasarkan taksiran usia kehamilannya misalnya bayi dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu akan sulit menetek.



DAFTAR RUJUKAN

Ballard JL,Khoury JC, Wedig K, Wang L, EilersWalsman BL, Lipp R.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *