PEMBERIAN ASI DI FASKES

JHVJHV

 

PEMBERIAN ASI DI FASILITAS KESEHATAN

DEFINISI

Air Susu Ibu (ASI) : minuman yang dianjurkan untuk semua bayi baru lahir (BBL), termasuk bayi kurang bulan (BKB).

ASI eksklusif : pemberian ASI saja pada bayi tanpa cairan atau makanan lain; dianjurkan diberikan selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) : memberi kesempatan bayi menyusu sendiri segera setelah lahir dengan meletakkan bayi di dada atau perut ibu dan kulit bayi melekat pada kulit ibu (skin to skin contact) setidaknya selama 1-2 jam sampai bayi menyusu sendiri.

 

SEPULUH LANGKAH MENUJU KEBERHASILAN MENYUSUI

Berikut 10 langkah menuju keberhasilan menyusui (expansion) :

1.    Mempunyai kebijakan tertulis yang secara rutin dikomunikasikan kepada seluruh karyawan RS.

2.    Mendidik staf tenaga kesehatan agar memiliki pengetahuan tentang menyusui.

3.    Menginformasikan kepada ibu hamil yang dirawat di rumah sakit yag berisiko melahirkan bayi prematur atau bayi sakit tentang manajemen laktasi dan menyusui, serta manfaat menyusui.

4.    Mendorong terjadinya kontak kulit ke kulit sedini mungkin, berkelanjutan, dan dalam jangka panjang tanpa pembatasan yang tidak perlu.

5.    Menunjukkan kepada ibu cara memulai dan mempertahankan laktasi, serta mulai menyusui dini dengan stabilitas bayi sebagai satu-satunya kriteria.

6.    Tidak memberikan makanan atau minuman selain ASI, kecuali ada indikasi medis.

7.    Membiarkan ibu dan bayinya bersama-sama selama 24 jam sehari.

8.    Mendorong pemberian ASI berdasarkan demand atau saat diperlukan, semi-demand, sebagai strategi peralihan bagi bayi prematur atau sakit.

9.    Memakai alternatif botol hingga menyusui bisa dilakukan dan menggunakan dot dan nipple shields hanya jika ada alasan yang jelas.

10. Menyiapkan orang tua untuk terus menyusui dan memastikan akses terhadap kelompok pendukung ASI setelah keluar dari rumah sakit.

 

TATA LAKSANA IMD

a.     Anjurkan suami atau anggota keluarga mendampingi ibu waktu bersalin.

b.    Anjurkan tindakan non-farmakologis untuk membantu ibu melalui proses persalinan (diberikan pijatan, aromaterapi, cairan, bergerak).

c.     Biarkan persalinan berlangsung sesuai dengan posisi yang diinginkan oleh ibu.

d.    Keringkan bayi secepatnya, biarkan lapisan putih (verniks) yang melindungi kulit bayi.

e.     Lakukan kontak kulit dengan kulit dengan cara meletakkan bayi di atas dada ibu, menghadap ibu, dan tutupi keduanya dengan kain atau selimut.

f.     Biarkan bayi mencari payudara ibu sendiri. Ibu akan merangsang bayinya dengan sentuhan dan bisa juga membantu memposisikan bayinya (jangan memaksakan memasukkan puting susu ibu ke mulut bayi).

g.    Teruskan kontak kulit dengan kulit hingga menyusui pertama kali berhasil diselesaikan dan selama bayi menginginkannya.

h.    Ibu yang melahirkan melalui sectio caesaria juga bisa melakukan kontak kulit dengan kulit setelah bersalin.

i.      Bayi dipisahkan dari ibunya untuk ditimbang, diukur dan diberikan obat preventif setelah menyusu awal. Tunda prosedur yang invasif atau membuat stress seperti menyuntik vitamin K dan menetesi mata bayi.

j.      Jangan memberikan minuman atau makanan pralaktal, kecuali ada indikasi medis yang jelas.

 

POSISI MENYUSUI YANG BENAR

·      Tubuh bayi dekat dengan tubuh ibu.

·      Bayi yang datang dari arah bawah bayi sehingga dagu bayi adalah bagian pertama yang melekat pada payudara dengan hidung menghadap putting ibu.

·      Kepala dan tubuh BBL dalam posisi lurus.

·      Dagu bayi menyentuh payudara ibu, dada bayi melekat pada dada ibu.

·      Seluruh tubuh bayi disangga, tidak hanya bagian leher dan bahu saja.

 

PERLEKATAN YANG BAIK

·      Lebih banyak daerah aerola yang terlihat di atas mulut daripada di bawah mulut BBL.

·      Mulut terbuka lebar.

·      Bibir bawah terlipat ke arah luar.

·      Dagu menyentuh payudara.

·      Pengisapan efektif terlihat dari isapan yang lambat, dalam, menelan, dan jeda.

    

PENCEGAHAN MASALAH DALAM MENYUSUI

PEMBENGKAKAN

·      Memberikan ASI yang sering dan sesuai permintaan.

·      Pemberian kompres hangat akan membantu saluran ASI tetap terbuka dan ASI mengalir.

·      Masase payudara dengan lembut.

·      Pengeluaran ASI dengan tangan bisa membantu mencegah pembengkakan.

 

PUTING LECET

·      Pengeluaran ASI untuk merangsang aliran ASI.

·      Masase payudara untuk menjaga patensi saluran ASI.

·      Memulai pemberian ASI dari payudara yang tidak sakit atau tidak terkena.

·      Posisikan bayi dengan hati-hati, dekat dengan ibu untuk memastikan kelekatan yang tepat.

·      Perubahan posisi yang sering akan membantu mencegah iritasi jaringan.

 

TATA LAKSANA MASALAH DALAM MENYUSUI

PEMBENGKAKAN

·      Mengevaluasi tanda-tanda mastitis atau infeksi payudara yang perlu dirawat dengan pemberian antibiotika sistemik.

·      Pemberian kompres hangat bisa menghilangkan pembengkakan.

·      ASI harus tetap diberikan selama pembengkakan terjadi.

·      Pemerahan ASI secara mekanis mungkin perlu untuk mengatasi pembengkakan yang parah.

 

PUTING YANG LECET

·      Puting harus tetap bersih dan kering untuk mempercepat pemulihan.

·      Puting harus dibilas dengan ASI yang dikeluarkan (bukan sabun atau alkohol),

·      Puting harus dibiarkan kering sendiri oleh udara.

·      Sariawan mungkin menyebabkan puting lecet dan pecah-pecah. Bila keadaan ini terus berlanjut, ibu dan bayinya sebaiknya dievaluasi oleh dokter.

 

ASUHAN BAYI YANG KESULITAN MENYUSU

·      Jika bayi kelihatan menghisap dengan lemah atau tidak efektif, pengeluaran ASI dengan tangan akan membantu memulai refleks let down dan merangsang bayi untuk menetek.

·      Bayi dengan refleks isap dan menelan yang tidak terkoordinasi atau kelainan mengisap harus dievaluasi selama menetek untuk mengetahui apakah dengan posisi yang berbeda hasilnya lebih baik. Metode alternatif, seperti menggunakan sendok, cangkir, atau sonde dapat dipertimbangkan.

·      Bayi yang menunjukkan kesulitan menetek harus dievaluasi menurut protokol berikut

-     Mengkaji riwayat perinatal

-     Melakukan penilaian fisik yang seksama termasuk tanda vital dan status kardiopulmonal sebelum dan selama menetek. Terutama amati koordinasi refleks isap menelan napas.

-     Oksimetri mungkin bermanfaat selama evaluasi. Jika perlu, pertimbangkan pemberian oksigen tambahan melalui kanula hidung atau tiupan oksigen.

·      Selama pemberian ASI bagi bayi berisiko atau kurang bulan, suhu harus dipertahankan dengan kontak kulit dengan kulit dan topi.

·      Kenaikan berat badan dan asupan nutrisi harus dipantau.

 

TEKNIK MEMERAH ASI

INDIKASI

1.    Pembengkakan payudara.

2.    BBL sakit dan berisiko yang memerlukan asupan alternatif.

3.    Ibu tidak hadir untuk menyusui dan ASI harus disimpan.

 

MEMERAH ASI DENGAN TANGAN

ALASAN

1.    Sebagai persediaan saat bayi dan ibu terpisah.

2.    Meningkatkan produksi ASI.

3.    Menghilangkan sumbatan duktus.

4.    Memberi minum bayi sambil bayi belajar mengisap dari puting yang terbenam.

5.    Memberi minum bayi yang mengalami kesulitan mengisap.

6.    Memberi minum bayi yang menolak sambil bayi belajar minum.

7.    Memberi minum bayi berat badan lahir rendah yang tidak dapat menetek.

8.    Memberi minum bayi sakit yang tidak mengisap dengan kuat.

9.    Menjaga keberadaan ASI apabila ibu atau bayi sakit.

10.  Menyediakan ASI untuk bayi jika ibu pergi atau bekerja.

11.  Mengeluarkan ASI langsung ke mulut bayi.

12.  Mencegah puting dan areola menjadi kering atau lecet.

  

PANDUAN

1.    Cuci tangan sampai bersih dengan sabun .

2.    Jika mungkin, perah ASI di tempat yang tenang dan santai. Bayangkan anda sedang berada di tempat yang menyenangkan. Pikirkan hal menyenangkan mengenai bayi anda. Kemampuan anda untuk merasa santai akan membantu refleks pengeluaran ASI yang lebih baik.

3. Berikan kompres hangat dan lembab pada payudara anda selama 3-5 menit sebelum mengeluarkan ASI.

4.  Pijat payudara anda dengan gerakan melingkar, ikuti dengan pijatan lembut pada payudara dari sisi luar ke arah puting.

5.  Stimulasi puting dengan lembut dan tarik sedikit ke arah luar atau memutarnya dengan jari.

6. Duduk dengan nyaman dan pegang wadah di dekat payudara.

7.  Tempatkan ibu jari di bagian atas payudara pada tepi areola (jam 12) dan jari telunjuk di bawah payudara pada tepi areola (jam 6). Jari-jari yang lain menyangga payudara.

8.  Tekan ke arah belakang ke arah dinding dada, kemudian ke arah depan ke arah puting tanpa jari-jari bergesar. Ibu jari dan telunjuk-ibu harus menekan sinus laktoferus yang ada di belakang areola. Kadang-kadang sinus dapat teraba seperti biji kacang. Bila ibu dapat meraba sinus ini, ibu dapat menekan di atasnya.

9.  Tidak boleh ada rasa sakit-bila ada rasa sakit berarti teknisnya salah.

10. Mungkin awalnya tidak ada ASI yang keluar, tapi menekan beberapa kali, ASI akan mulai menetes. ASI akan mulai mengalir lebih lancar bila refleks oksitosin menjadi aktif.

11. Ulangi dengan pola yang teratur, tekan pada bagian payudara yang berbeda untuk mengosongkan semua sinus.

12. Hindari menggosok dengan jari di atas kulit payudara. Gerakan jari harus memutar.

13.Hindari memerah puting. Menekan atau menarik puting tidak akan membuat ASI keluar. Hal ini juga terjadi apabila bayi hanya mengisap puting.

14.Perah setiap payudara selama 3-5 menit sampai aliran makin sedikit kemudian perah payudara yang satu lagi, kemudian ulangi pada kedua payudara.

15.Masukkan ASI yang sudah diperah, langsung ke dalam wadah yang bersih (gunakan gelas kaca atau plastik keras).

16.Setiap kali memerah ASI, mungkin jumlah ASI yang keluar akan berbeda.

17.Setelah selesai, oleskan beberapa tetes ASI pada setiap puting dan biarkan kering sendiri.

18.Tampilan ASI berubah selama pemerahan. Pada beberapa sendok pertama, ASI akan terlihat bening dan kemudian ASI akan menjadi putih susu. Beberapa obat, makanan, vitamin, mungkin akan sedikit merubah warna ASI. Lemak ASI akan naik ke atas apabila disimpan.

19.Jelaskan bahwa memerah ASI perlu waktu 20-30 menit terutama pada beberapa hari pertama apabila hanya sedikit ASI yang diproduksi. Penting diketahui untuk tidak memerah untuk waktu yang lebih pendek.

20.ASI yang simpan harus ditutup rapat dan diberi label bertuliskan tanggal, waktu, dan jumlah. Kemudian segera dinginkan atau bekukan.

 

MEMERAH ASI SECARA MEKANIS

TEKNIK

·      Air susu ibu perah dapat disimpan dalam botol kaca (pyrex), plastik keras (polypropylene) atau kantong plastik (polyurethane).

·      Plastik keras atau kaca merupakan tempat penyimpanan ASI yang disertai segel kedap udara sehingga dapat menyimpan ASI lebih lama.

·      Kaca dan polypropylene memiliki pengaruh yang sama terhadap kandungan lemak, imunoglobulin A dan jumlah sel darah putih.

·      Kantong plastik khusus ASI dapat digunakan untuk penyimpanan ASI dalam waktu yang lebih singkat (<72 jam).

·      Kantong plastik khusus ASI tidak disarankan untuk penggunaan jangka lama oleh karena mudah tumpah, terkontaminasi bakteri, dan beberapa komponen ASI mudah melekat pada plastik.

·      Wadah untuk penyimpanan ASI tidak boleh mengandung Bisphenol karena bersifat mutagenik.

 

PANDUAN

1.      Cuci tangan sampai bersih.

2.      Jika mungkin, perah ASI di tempat yang tenang dan santai. Bayangkan anda sedang berada di tempat yang menyenangkan. Pikirkan hal menyenangkan mengenai bayi anda. Kemampuan anda untuk merasa santai akan membantu refleks pengeluaran ASI yang lebih baik.

3. Berikan kompres hangat dan lembab pada payudara anda selama 3-5 menit sebelum mengeluarkan ASI.

4.  Pijat payudara anda dengan gerakan melingkar, ikuti dengan pijatan lembut pada payudara dari sisi luar ke arah puting.

5.  Stimulasi puting dengan lembut dan tarik sedikit ke arah luar atau memutarnya dengan jari.

6. Ikuti instruksi umum yang tercantum pada pompa payudara.

7.  Aliran ASI akan bervariasi. Selama beberapa menit pertama ASI mungkin menetes lambat dan kemudian memancar kuat setelah AS keluar. Pola ini akan berulang beberapa kali selama pengeluaran ASI dari kedua payudara.

8.  Jumlas ASI yang diperoleh pada setiap pengeluaran mungkin bervariasi dan ini adalah hal yang biasa.

9.  Ketika sudah selesai, oleskan beberapa teteas ASI pada setiap puting dan biarkan kering oleh udara.

10. Penampilan ASI akan berubah selama pengeluaran. Pada beberapa sendok pertama, ASI akan terlihat bening dan kemudian ASI akan menjadi putih susu. Beberapa obat, makanan, vitamin, mungkin akan sedikit merubah warna ASI. Lemak ASI akan naik ke atas apabila disimpan.

11.Jika akan disimpan, tutup dan beri label pada wadah yang bertuliskan tanggal, waktu, dan jumlahnya segera setelah dikeluarkan.

 

PEMBERIAN ASI PADA BAYI PREMATUR

Bayi prematur yang diberikan nutrisi peroral lebih baik diberikan berdasarkan 

tanda lapar bayi dibandingkan diberikan terjadwal, kecuali jika bayi tertidur lebih dari 3 jam setelah minum terakhir.

 

ASI DONOR

·      Pilihan kedua bila ASI tidak tersedia,

·      Harus menjalani skrining untuuk menghindari risiko infeksi (HIV, CMV, hepatitis, sifilis) atau kontaminasi toksik (obat, narkotik, alkohol, tembakau).

·      Tes mikrobiologi dan pasteurisasi dilakukan pada ASI donor untuk menghindari kontaminasi bakteri atau virus.

·      Pengolahan dan pemberian ASI donor harus memenuhi persyaratan skrining donor ASI, penyimpanan, dan prosedur pengolahan untuk memastikan keamanan dan optimalisasi kandungan zat gizi ASI donor.

 

PENYIMPANAN ASI

·        Simpan dalam jumlah yang sama dengan yang bisa dihabiskan BBL dalam satu kali minum.

·        Beri label setiap wadah dengan nama, tanggal dan waktu serta jumlah.

·        Jika ASI dibekukan, tinggalkan sedikit ruang dalam wadah untuk pemuaian ASI.

·        BBL kurang bulan atau sakit memerlukan kehati-hatian lebih saat pengumpulan dan penyimpanan. Yang paling aman adalah mendinginkan ASI segera dan tidak membiarkannya di suhu kamar.

 

MENCAIRKAN ASI

·        Cairkan ASI beku dengan memindahkan ASI beku ini dari freezer ke lemari es (refrigerator) selama satu malam.

·        Rendam susu sambil diputar-putar dalam mangkuk berisi air hangat. Panas berlebihan akan merubah ata menghancurkan enzim dan protein.

·        Cairkan seluruhnya karena lemak terpisah saat proses pembekuan.

·        Jangan pernah menggunakan microwave untuk mencairkan atau menghangatkan ASI.

·        Setelah dicairkan, ASI harus digunakan dalam waktu 24 jam.

 

MEMBEKUKAN KEMBALI ASI

·        Membekukan kembali ASI yang telah dicairkan atau dicairkan setengah tidak dianjurkan. Pertimbangan ini berlaku saat membawa ASI ke rumah sakit atau pulang ke rumah. Disarankan untuk menjaga ASI sedingin mungkin tanpa membekukannya dan hanya membekukannya ketika ASI sudah sampau di tujuan akhir.

·        Menggunakan sisa ASI yang tidak habis (ASI yang dihangatkan untuk persiapan pemberian minum).

·        Jangan gunakan kembali bagian ASI yang tidak habis di botol karena mungkin telah terkontaminasi oleh air liur BBL.

 

DAFTAR RUJUKAN

Suradi R, Hegar B, Partiwi IGAN, Marzuki ANS, Ananta Y.149

Besar SD, Ananta Y.149

UKK Neonatologi, UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Kadim M, Roeslani R, Nurmalia L.151

 

    

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *